Riwayat Singkat


A. Riwayat Singkat
Pondok Pesantren Al Fatah terletak di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Cikal bakal berdirinya pondok ini telah dirintis semenjak masa KH. Sarbun Sidik (lebih dikenal kemudian sebagai Mbah Sidi k atau H. Sidik) rahimahulloh. Dapat dikatakan beliau merupakan seorang murid Thoriqoh Naqsyabandiyyah Khalidiyyah yang sempat mengikuti bai’at thoriqoh di Jabal Abi Qubais Makkah, sewaktu menunaikan ibadah haji.
Pada mulanya, beliau mulai membangun mushalla kecil sebagai tempat shalat berjama’ah yang pada perkembangannya kini menjadi masjid di komplek Tahfidz Pondok Pesantren Al Fatah. Hingga sekarang bisa disebut masjid ini merupakan pusat seluruh kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Al Fatah, karena di sinilah tempat diadakannya musyawarah rutin membahas program-program, kegiatan-kegiatan serta evaluasi seluruh aktivitas pondok.
Pondok Pesantren,-dalam artian terwujudnya elemen-elemen dasarnya, yaitu kyai, santri, kegiatan belajar mengajar, serta masjid sebagai pusat kegiatan-,mulai dirintis oleh Kyai Mahmud Kholid Umar rahimahulloh, putra almarhun Kyai Sidikrahimahulloh. Setelah menamatkan ngajinya di berbagai pondok pesantren,-antara lain di pondok pesantren Bacem, Pagotan, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang dan Pondok Pesantren Termas, Pacitan-, Kyai Mahmudmudarahimahulloh melanjutkan belajarnya dengan berguru thoriqoh kepada KH. Imam Ghozalirahimahulloh, Kerten Ngawi. Kemudian beliau menyempurnakan berguru suluk thoriqoh kepada KH. Umar Sofyan rahimahulloh BaranKediri. Dari keduanya, KH. Mahmud rahimahulloh memperoleh ijazah mursyidThoriqoh Naqsyabandiyyah Kholidiyyah.
Oleh karena Kyai Mahmudrahimahulloh merupakan seorang ahli dzikir, maka amalan yang pertama kali dirintis di Pondok Pesantren Al Fatah adalah amalan dzikir suluk thoriqoh. Demikian pula santri yang pertama kali adalah santri thoriqoh. Baru setelah itu dimulai berbagai pengajian-pengajian Al Qur’an maupun kitab-kitab kuning. Bermula dari beberapa orang santri, kemudian berkembang menjadi beberapa puluh orang, hingga sekarang -alhamdulillah, berkat rahmat dan karunia Alloh- berkembang menjadi ribuan santri. 
Disamping kegiatan thoriqoh dan kegiatan-kegiatan pengajian, juga dikembangkan unit-unit kegiatan formal, seperti Madrasah  Ibtidaiyyah, Madrasah Tsanawiyah serta Madrasah Aliyah. Sementara kegiatan-kegiatan pengajian juga dikembangkan menjadi beberapa unit, antara lain halaqah Tahfidzul Qur’an, Madrasah Diniyah, Madrasah Diniyah Santri Kampung serta Daurotul-Hadits. Secara terperinci hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.


B. Bidang Pendidikan
Maksud dan tujuan yang utama pendidikan di Pondok Pesantren Al Fatah adalah untuk mencetak santri menjadi orang yang solih, bertaqwa, memiliki pemahaman agama yang lurus dan mendalam (faqiih fid-din), memiliki keyakinan yang teguh dan kokoh terhadap agama, serta memiliki semangat yang tinggi untuk mengamalkan dan mendakwahkan agama ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, semua lembaga pendidikan yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Al Fatah sejak semula telah diarahkan kepada tujuan dan maksud pendidikan di atas.
Dewasa ini, lembaga pendidikan yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Al Fatah meliputi:
1. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
2. Roudlotul Athfal (Taman Kanak-kanak)
3. Madrasah Ibtida’iyyah
4. Madrasah Tsanawiyah
5. Madrasah Aliyah 
6. Madrasah Diniyah
7. Madrasah Diniah Khusus Santri Kampung
8. Program Tahfizhul-Qur’an
9. Daurotul-Hadits

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar